![]() |
| Komisi pemberantasan Korupsi. KPK |
Info-No1. Penilaian masyarakat terhadap Komisi
pemberantasan korupsi (KPK) adalah sebuah lembaga yang paling di percaya saat
ini. Hasil Survei indikator KPK
meraih angka yang sangat tinggi, dengan angka 79.6% yang dilakukan Indikator
politik indonesia semenjak 18-29 january 2016. Peneliti senior indikator
politik indonesia, Hendro Prasetyo mengungkapkan bahwa angka yang di capai
Lembaga pemberantasan korupsi (KPK) mampu mengalahkan lembaga Demokrasi
kepresidenan, dengan survei yang
dihasilkan di bawah KPK dengan angka yang di peroleh (79.2%) tepaut 4% dengan KPK. Sedangkan
Lembaga kepolisianmendapatkan nilai (68,9%) dan Pengadilan mendapatkan nilai
(57,9%) sedangkan DPR tercecer di posisi ke lima dengan perolehan angka
(48,5%)dan Partai Politik memperoleh nilai (39,2%) dan hasil survei ini sejajar
dengan penolakan masyarakat terhadap Revisi Undang-Undang KPK selama ini.
Survei di lakukan kepada 1.550 responden di kota seluruh indonesia. Dengan
batasan minimal usia 17 tahun.
“banyak dari kalangan masyakat yang sudah mengetahui tentang
kewenangan lebaga pemberantasan korupsi (KPK) yang di usulkan untuk dilakukan
revisi itu, namun sebagian besar masyarakat menolat tentang adanya revisi itu,
tutur Hendro prasetyo di kantorIndikator Jln cikini, menteng jakarta pusat pada
hari senin 8/2/2016. Dikutip metro.
“munculnya Tentang adanya revisi terhadap Undang-Undang KPK
membuat kepercayaan masyarakat menurun terhadap DPR, Partai Politik, dan juga
terhadap presiden. Dari hasil Survei Kepercayaan terhadap DPR (59,2. Menjadi
48,5%) dan juga terhadap ParPol (50,1. Menjadi 39,2%), dan pada saat publik
tahu tentang adanya sebuah revisi terhadap Undang-Undang
KPK, mereka juga mengurangi trust terhadap presiden Jokowi.” Walaupun hingga
saat ini sebanyak 66,5% masih menyatakan cukup puas terhadap kinerja Jokowi dalam menjalankan tugas-tugasnya
sebagai presiden, akan tetapi kepuasan ini pasti nantinya akan terganggu, karna
adanya sebuah revisi Undang-Undang KPK ini. sambung Hendro.
“dalam adanya hal pembatasan kewenagan penyadapan terhadap KPK, tentu ini akan sangat berpengaruh
kepuasannya terhadap jokowi nanti, jika ini terjadi perbandingannya adal 63:73%
dan paada kewenangan-kewenangan penuntutan 62:72%. Kalau sampai revisi terhadap
Undang-Undang KPK ini tetap di lanjutkan dan presiden tidak mengakomodasi
aspirasi masyarakat, sudah pasti tingkat kepuasan publik akan menurun terhadap
kinerja presiden jokowi. Tutup
Hendro prasetyo.

0 Komentar untuk "Hasil survei Komisi pemberantasan korupsi (KPK) lebih tingi tingkat kepuasan masyarat di banding presiden Jokowi"