Presiden Jokowi memperhatikan kebutuhan masyarakat yang berpenghasilan rendah dengan kebijakan menglihfungsikan Wisma atlit..

Jokowi
Presiden RI Joko Widodo
Info-no1Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkapkan  bahwa Presiden JOKOWI memperhatikan beberapa kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dangan Salah satu yang ditunjukkan dengan kebijakan yang mengalihfungsikan Wisma Atlet Asian Games 2018 untuk dijadikan rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

"Saat ini kami sedang mengerjakan sebuah rusun di Kemayoran (Jakarta) dan juga di Jaka Baring (Palembang) untuk sebuah kepentingan Asian Games 2018. Dan Keduanya itu dibangun dengan standar internasional," kata Basuki, dalam sebuah acara peresmian, penyerahan dan pemanfaatan rusunawa Ungaran, Minggu (7/2/2016) siang.

Diakuinya, bahwa pembangunan rusun tersebut menimbulkan sebuah polemik. Dan sampai saat Masih ini terjadi sebuah perdebatan, dan kami masih belum tahu apakah nanti pemerintah akan membangun sebuah rusunawa atau rusunami (rumah susun sederhana milik) dari Wisma Atlet tersebut. Baca juga : survei tehadap komisi pemberantasan korupsi KPK lebih tinggi kepuasan masyarakat di banding Jokowi..

Karna rusun wisma atlet tersebut dibangun dengan sebuah fasilitas standar internasional. Akan tetapi  lanjutnya, Pak Presiden JOKOWI bersikeras bahwa Wisma Atlet itu harus menjadi rusunawa setelah Asian Games 2018 berakhir nanti. Memang Apa salahnya jika masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan rusun yang lebih baik?" kata Basuki, menirukan ucapan Jokowi. Dan Menurutnya, Presiden JOKOWI telah menginstruksikan agar MBR mendapatkan pelayanan yang terbaik dari pemerintah. 

" Dan Saya kira lingkungan Rusunawa Ungaran ini supaya menjadi contoh untuk rusunawa lainya, sebab disini lingkungannya sudah sangat baik. Dan tidak kalah dengan apartemen ," ucap Basuki.

dan mengenai program satu juta rumah, Basuki mengakui bahwa pada awal tahun pertamanya, program ini belum memenuhi target yang di inginkan. Dan dia mengungkapkan, hingga Desember 2015, sudah bisa terbangun 667.000 unit tempat tinggal dengan sebuah anggaran Rp 12 triliun. Dan pada tahun 2016 ini, anggaran untuk pembangunan rusunawa meningkat menjadi Rp 20 triliun. Dana itu berasal dari APBN sebesar Rp 7,6 triliun, dan selebihnya akan difasilitasi kredit pemilikan rumah (KPR). Dengan adanya sebah rencana tersebut Basuki sangat optimistis program satu juta rumah tersebut akan tercapai dan mencapai target yang di inginkan.




" Pada tahun 2015 kita mempunya anggaran sebesar Rp 12 triliun, dan sekarang kita  sudah membangun 667.000 unit rumah. Karna pada Sebelumnya hanya mampu membangun sekitar 200.000-an unit," tutup Basuki.
Share this article :
+
0 Komentar untuk "Presiden Jokowi memperhatikan kebutuhan masyarakat yang berpenghasilan rendah dengan kebijakan menglihfungsikan Wisma atlit.."